Pilihan Saham Untuk Investasi Jangka Panjang

Apa keuntungannya jika berinvestasi di pasar saham? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat seseorang mendengar kata saham. Salah satu pertanyaan lainnya yakni kekhawatiran mengenai risiko jika berinvestasi saham. Berinvestasi di pasar saham berarti seseorang mempunyai perusahaan tertentu.

Pilihan Saham Untuk Investasi Jangka Panjang

Pilihan Saham Untuk Investasi Jangka Panjang

Pemegang saham perusahaan mempunyai hak atas keuntungan dari perusahaan, serta harus pula siap untuk menanggung risiko kerugian perusahaan. Oleh sebab itu ketikan menjadikan pilihan saham untuk investasi jangka panjang, para investor haruslah mengetahui kinerja perusahaan yang sahamnya mau dibeli. Bagaimanakah kinerja perusahaan, bagaimanakah industrinya, serta bagaimanakah pengaruh kondisi makroekonomi pada perusahaan dan industri. Dengan memahami sejumlah hal tersebut, perusahaan mengetahui risiko kerugian yang ada serta potensi keuntungannya.

Anda pasti suka:  Internet Marketing Dari Nol Bagi Pemula

Baca juga : Prospek Perekonomian Indonesia Tahun 2015

Jika perusahaan yang anda pilih untung, paka investornya juga mempunyai peluang untuk mendapat dividen ataupun bagian dari keuntungan perusahaan, dibagikan dari laba bersih per tahunnya. Besaran dividen tergantung dari kesepakatan di dalam RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Tetapi, jika saham itu dicatat pada Bursa Efek, maka peluang keuntungannya tidak hanya berasal dari dividen, tetapi juga terdapat di capital gain. Begitu juga risiko kerugiannya yang tidak hanya berasal dari turunnya kinerja perusahaan, namun juga dari harga saham yang turun atau capital loss.

Pilihan saham untuk investasi jangka panjang hanya wajarnya, perkembangan dari kinerja saham perusahaan akan terefleksi pleh harga saham. Kalau kinerja keuangan perusahaan ada di bursa atau disebut dengan emiten bagus, otomatis bisa mendongkrak harga sahamnya, begitu pula sebaliknya.

Anda pasti suka:  Cara Membangun Kepercayaan dalam Bisnis Online

Capital again merupakan keuntungan harga dari beli saham dengan harga dari jual saham. Kalau misalkan investor A membeli saham emiten YZ dengan harga Rp 500, kemudian di tahun setelahnya menjual saham YZ dengan harga Rp 700, itu berarti capital again yang bisa diperoleh Rp 200 per lembar sahamnya. Sebaliknya capital loss yakni jika harga dari jual saham lebih rendah dibandingkan dengan harga beli saham.

Ketika anda memilih saham untuk investasi dalam jangka panjang, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab baik naik ataupun turun harga saham, selain dari kinerja perusahaan ada pula faktor sentimen pasar. Kalau ada isu yang tidak bagus, misal ketidakpastian pimpinan baru di sebuah negara, para investor umumnya akan menjualkan sahamnya, sehingga harga saham bisa turun karena pengaruh prinsip demand dan supply.

Anda pasti suka:  Psikologi Baru Trans

Sebaliknya, kalau ada rasa optimis dari kebijakan baru seperti misalnya, investor akan membeli saham sebab sudah yakin kalau kedepannya kinerja perusahaan bisa lebih baik, dan yang pasti kemungkinan besar harga saham juga akan naik.

Nah, itulah beberapa hal mengenai pertimbangan pilihan saham untuk investasi jangka panjang. Intinya anda diharuskan mampu membaca situasi dan kondisi perusahaan yang anda pilih serta harga di pasar saham.

Silahkan Komen Disini