Ayah yang Terlalu Sibuk

diet langsing smart detox


ayah

Ayah yang Terlalu Sibuk – Ada perbedaan antara filosofi Barat yang menekankan ambisi, individualisme, rasionalitas,kekuatan, dan kebebasan dengan filosofi China yang lebih menekankan kebajikan, wisdom, harmoni, dan hubungan antar sesama.

Dalam kehidupan sehari-hari, foilosofi China lebih menekankan keharmonisan (yin yang) di dunia ini di bandingkan dengan filosofi Barat yang selalu menekankan harus menang dan menang sehingga kadang-kadang membuat kehidupan ini menjadi penuh “stres”.

Ingatlah! Lise is about balance,harus ada keseimbangan dalam kehidupan. Kita bekerja, berbisnis, dan mencari uang untuk mendukung dan menopang kehidupan, bukan untuk merebut kehidupan dari diri kita, misalnya dengan bekerja tanpa kenal batas waktu. Anda harus “menikmati” hidup ini, di sini dan sekarang juga.

Jangan menunda-nunda, jangan menyia-nyiakannya, jangan menunggu sampai mencapai kesuksesan baru kemudian menikmatinya. Coba Anda renungkan, ketika kecil Anda tentunya menyukai permen, cokelat, boneka, mobil-mobilan, atau mainan yang lain.

Dengan uang dan kesuksesan yang Anda dapatkan sekarang, bisakah Anda membeli kesenangan dan kebahagiaan tersebut? Memang Anda bisa membeli “barang-barang” tersebut, bahkan dengan kualitas dan teknologi yang lebih canggih, tetapi sekali lagi, dapatkah Anda menikmatinya seperti dulu ketika Anda masih kecil?

Saya bukan mengatakan Anda tidak boleh bekerja keras mengejar kesuksesan. Hanya saja dengan “ngotot” dan terlalu memfokuskan diri pada kesuksesan semata, Anda akan kehilangan kesempatan untuk menikamati kesenangan atau pengalaman hidup yang bisa memberi Anda kebahagiaan.

Memang, kerja keras dan fokus pada tujuan akan memberikan manfaat berupa semangat api motivasi yang menyala-nyala. Meskipun demikian, sekali lagi janganlah Anda keluar dari siapa diri Anda yang sebenarnya. Cobalah simak kisah berikut ini tentang seorang anak yang ingin membeli waktu ayahnya seharga seratus ribu rupiah per jam.

Adalah seorang ayah sangat sibuk dengan pekerjannya. Setiap hari ia berangkat kerja sebelum anak-anaknya bangun dan pulang ke rumah larut malam ketika mereka sudah tertidur lelap.
Suatu hari anakanya yang berumur lima tahun menunggunya sampai malam.

Saat melihat ayahnya pulang anak tersebut langsung menghampirinya dan bertanya, “Ayah, bolehkah saya bertanya sesuatu?” Mendapat pertanyan tersebut ayahnya segera menjawab, “Tentu boleh. Ada apa, Nak?”
“Berapa penghasilan Ayah per jam?” tanya anak tersebut ingin tahu.

“Kenapa kau tanya sesuatu yang tidak ada hubungannya denganmu?” ayahnya balas bertanya.
Anak itu tidak menjawab, tapi justru terus mendesak ayahnya dengan pertanyaan yang sama. Setelah dipaksa beberapa kali, akhirnya ayahnya menjawab bahwa penghasilannya per jam adalah seratus ribu rupiah.
“Bolehkan saya minta lima puluh ribu rupiah dari Ayah?” tanya anak tersebut denagn nada memohon.
Awalnya sang ayah keberatan, tetapi karena didesak terus akhirnya ia memberikan juga uang lima puluh ribu rupiah yang diminta anaknya.

Anak itu sangat senang dan mengucapkan terima kasih kepada ayahnya. Kemudian ia pergi mengambil celengannya dan mengeluarkan uang yand ada di dalamnya. Setelah dihitung, jumlah seluruhnya seratus ribu rupiah pas.
Kemidian anak itu berkata kepada ayahnya, “Bolehkah sya membeli waktu Ayah satu jam?” Dengan mata berkaca-kaca ia melanjutkan, “Bisakah besok Ayah pulang lebih cepat dan menemani saya makan malam?” Nada suara anak itu sangat memilukan dan menyentuh hati ayahnya.

Pesan
Waktu dan kasih sayang tidak dapat digantikan atau dibeli dengan uang. Maka dari itu sediakanlah waktu untuk keluarga dan anak-anak karena mereka membutuhkan bimbingan, perhatian, kehangatan, kasih sayang, dan waktu Anda. Kebersamaan itu akan menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan Anda dan keluarga Anda.

Fakta Smart Detox
Silahkan Komen Disini